Syarat-syarat Orang yang Boleh Divaksin Corona
Ada beberapa
syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan vaksin corona, di antaranya
berusia 18-59 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit kronis, dan tidak sedang
hamil.
Proses
vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid-19 sudah dimulai dengan Presiden Joko
WIdodo sebagai orang pertama yang menerima vaksin corona. Vaksin yang digunakan
adalah vaksin Sinovac yang sebelumnya sudah melalui uji klinis tahap III di
Bandung dan mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM.
Kelompok
masyarakat yang akan menjadi prioritas penerima vaksin gelombang pertama adalah
tenaga medis serta para pekerja publik. Pemberian vaksin akan dilakukan secara
bertahap hingga sebagian besar penduduk mendapatkan vaksin Covid-19.
Untuk bisa
divaksin, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi saat penyuntikkan, termasuk
kondisi tubuh yang sehat dan sudah menjalani pemeriksaan riwayat penyakit yang
pernah atau sedang diderita. Peraturan tersebut tertuang dalam Keputusan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Nomor
HK.02.02/4/ 1 /2021.
·
Tidak sedang demam (≥ 37,5°C). Jika sedang demam,
vaksinasi ditunda sampai sembuh dan terbukti tidak menderita COVID-19. Skrining
ulang akan dilakukan saat kunjungan berikutnya.
·
Tekanan darah harus kurang dari 140/90 mmHg. Jika lebih,
maka vaksin tidak diberikan.
·
Untuk pengidap diabetes, apabila Anda adalah penderita diabetes
melitus tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%, maka dapat
diberikan vaksin.
·
Bila menderita HIV, maka angka CD4 harus <200. Jika
melebihi angka tersebut atau tidak diketahui, maka vaksin tidak diberikan.
·
Apabila memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC) maka
vaksin hanya bisa diberikan apabila kondisi terkontrol dengan baik. Bagi
pengidap TBC yang sedang menjalani pengobatan, vaksin corona bisa diberikan
minimal dua minggu setelah mendapat obat antituberkulosis.
Vaksin
corona buatan Sinovac tidak dapat diberikan apabila Anda memiliki
kondisi-kondisi di bawah ini.
·
Pernah terinfeksi Covid-19
·
Sedang hamil atau menyusui
·
Mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, dan sesak
napas dalam 7 hari terakhir
·
Ada anggota keluarga serumah yang kontak
erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19
·
Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap
penyakit kelainan darah
·
Menderita penyakit jantung seperti gagal jantung dan
penyakit jantung koroner
·
Menderita penyakit autoimun sistemin seperti Lupus,
Sjogren Syndrome, dan Vaskulitis
·
Menderita penyakit ginjal
·
Menderita rematik autoimun alias rheumatoid arthritis
·
Menderita penyakit saluran pencernaan kronis
·
Menderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena
autoimun
·
Menderita penyakit kanker, kelainan darah,
imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi
Berdasarkan
aturan yang dilakukan pada uji klinis tahap 3, vaksin corona buatan Sinovac
perlu disuntikkan sebanyak 2 kali dengan jarak antar suntikan pertama dan kedua
adalah 14 hari.
Pelaksanaan
pemberian vaksin corona akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kelompok
prioritas seperti tenaga medis dan petugas pelayanan publik.
Hingga saat
ini, vaksin yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use
of authorization (EUA) dari BPOM adalah vaksin corona buatan Sinovac.
Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan, Indonesia sudah
mengamankan 125 juta dosis vaksin Sinovac dan masih memiliki opsi untuk
menambah 100 juta dosis jika memang dibutuhkan.
Apakah
anak-anak bisa mendapatkan vaksin corona?
Vaksin yang
saat ini sedang diuji coba di Indonesia, hanya diberikan pada orang dewasa
sehat berusia 18-59 tahun. Tingkat keamanan dan efektivitas vaksin tersebut
untuk anak-anak belum diketahui. Oleh karena itu, kelompok usia anak-anak belum
bisa mendapatkan vaksin corona.
Meski
begitu, tidak menutup kemungkinan ke depannya vaksin Covid-19 ini bisa
diberikan pada anak-anak, mengingat hingga saat ini penelitian masih terus
dilakukan.
Sembari
menunggu vaksin corona bisa diberikan pada anak-anak, orang tua harus tetap
berusaha melindungi buah hatinya dari penularan penyakit ini. Sebab meski
risiko tertularnya lebih rendah dari orang dewasa, anak-anak bahkan bayi juga
bisa tertular Covid-19.
Selama masa
pandemi, orang tua juga disarankan untuk tidak lupa memenuhi rangkaian
imunisasi yang disarankan untuk anak dan bayi seperti vaksin BCG, polio, dan
hepatitis B.
Bisakah
lansia ikut disuntik vaksin corona?
Sama seperti
anak-anak, lansia yang berusia 60 tahun ke atas tidak diikutsertakan dalam uji
coba klinis vaksin corona di Indonesia. Oleh karena itu hingga saat ini, vaksin
corona dari Sinovac belum bisa diberikan kepada orang tua maupun kakek nenek
kita.
Sementara
itu di Inggris, pemberian vaksin sudah dilakukan kepada kelompok masyarakat
yang rawan tertular dan mengalami komplikasi berbahaya akibat Covid-19,
termasuk kepada lansia berusia 80 tahun ke atas dan yang tinggal di panti
jompo.
Untuk
melakukan vaksinasi massal ini, Inggris menggunakan vaksin corona buatan Pfizer
yang bekerjasama dengan BioNTech. Vaksin diberikan sebanyak 2 kali penyuntikan
dengan jarak setidaknya 21 hari.
Menurut pernyataan
Menteri Kesehatan, Budi Guna Sadikin, pemerintah sudah menargetkan untuk
menandatangani perjanjian pembelian vaksin Pfizer pada minggu pertama bulan
Januari 2021 dan mengamankan sekitar 100 juta dosis.
Dari 100
juta dosis tersebut, 50 juta dosis adalah order pasti dan 50 juta dosis lainnya
adalah opsi penambahan.
Namun,
hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai jenis vaksin yang akan
digunakan untuk melakukan vaksinasi pada para lansia yang berusia di atas 59
tahun.

Posting Komentar
Posting Komentar