Mata Terasa Gatal ? Awas Kutu Bulu Mata ! Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kutu bulu
mata adalah parasit yang umum ditemukan pada wajah, termasuk area bulu mata.
Kutu di bulu mata tidak hanya disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan
diri. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan yang tepat dalam mengobatinya.
Tahukah Anda
kalau kutu bisa menyerang bulu mata? Ya, selain rambut di kepala, ternyata
rambut di bagian tubuh lain juga rentan diserang kutu, termasuk bulu mata. Sama
seperti bahaya kutu rambut, infeksi kutu bulu mata juga bisa memicu masalah
bila dibiarkan tanpa penanganan.
Kutu bulu
mata sebenarnya adalah parasit yang umum ditemukan di folikel rambut wajah
Anda. Jenis kutu ini juga bisa ditemukan di hidung, pipi, dan terutama pada
area bulu mata. Maka dari itu, parasit ini kerap disebut dengan kutu bulu mata.
Ada dua
jenis kutu mata yang biasa ditemukan pada bulu mata, yaitu Demodex folliculorum
dan Demodex brevis, atau kutu Demodex.
Apa itu
kutu bulu mata?
Kutu bulu
mata atau kutu Demodex adalah kutu yang hidup di kulit, terutama pada kelenjar
minyak dan folikel rambut.
Kutu bulu
mata hidup dengan memakan bakteri yang ada pada kulit manusia. Kemudian, kutu
akan bertelur dan mati dalam waktu 2 minggu setelah menetas.
Siklus hidup
kutu mata sangat pendek, bahkan tubuh mereka tidak memiliki organ untuk
membuang zat sisa atau racun yang berasal dari tubuhnya sendiri.
Jenis kutu
ini biasanya hidup di dalam dan sekitar bulu mata, serta sering kali tidak
menimbulkan gejala sama sekali.
Namun, bila
jumlah mereka sudah cukup banyak, maka mungkin akan timbul gejala, seperti bulu
mata gatal dan iritasi, area mata kemerahan, serta terdapat kerak pada kelopak
mata. Gejala kutu bulu mata ini dikenal dengan demodicosis.
Apa
penyebab kutu di bulu mata muncul?
Kutu bulu
mata bisa disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan area wajah
Penggunaan
maskara yang tidak dibersihkan dengan baik rentan memicu tumbuhnya kutu
Salah satu
penyebab kutu di bulu mata adalah kurangnya menjaga kebersihan area wajah dan
tubuh.
Perempuan
yang kerap memakai maskara, misalnya, cenderung memiliki lebih banyak kutu di
bulu mata mereka, apalagi bila tidak dilakukan pembersihan dengan baik.
Berbagi
penggunaan maskara dengan orang lain pun dapat meningkatkan risiko penularan
kutu mata ke orang lain.
Selain itu,
kutu bulu mata juga bisa disebabkan oleh kebiasaan tidur menggunakan riasan
mata. Alhasil, jumlah tungau bulu mata bisa meningkat.
Kendati
demikian, ada sejumlah faktor risiko yang menyebabkan kutu di bulu mata muncul,
seperti:
1. Usia
Kutu Demodex
umum dialami oleh orang perempuan atau laki-laki dewasa, yang berada pada
rentang umur antara 20-30 tahun, dengan produksi sebum atau minyak alami
berlebih.
Akan tetapi,
remaja pubertas juga rentan mengalami kutu Demodex akibat kelenjar minyak yang
memproduksi sebum berlebih pada masa ini.
Risiko
tersebut semakin tinggi dialami oleh mereka, apabila tidak disertai menjaga
kebersihan area wajah dan tubuh dengan baik.
2. Jenis
kelamin
Faktanya,
laki-laki 2 kali lebih rentan mengalami kutu di bulu mata dibandingkan
perempuan.
Sebuah hasil
studi yang dimuat dalam Acta Microbiologica et Immunologica Hungarica
mengungkapkan bahwa perempuan lebih rutin dalam membersihkan wajah, terutama
area mata, menggunakan produk make up remover.
Hal inilah
yang diyakini membuat risiko perempuan mengalami kutu mata lebih rendah dibanding
laki-laki.
3. Sistem
kekebalan tubuh rendah
Orang-orang
dengan sistem kekebalan tubuh rendah juga lebih rentan mengalami kutu di bulu
mata.
Misalnya,
pasien penerima transplantasi organ, penderita HIV, dan pasien yang sedang
menjalani pengobatan kanker.
4.
Penderita rosacea
Penderita
rosacea lebih rentan mengalami kutu bulu mata
Kutu Demodex
bisa memperburuk gejala rosacea
Penderita rosacea
disebut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kutu di bulu mata.
Rosacea adalah penyakit kulit kronis yang
ditandai dengan kulit kemerahan disertai munculnya benjolan kecil di wajah
berisi nanah.
National
Rosacea Society menyatakan bahwa penderita rosacea berisiko 18 kali lebih
tinggi mengalami kutu Demodex folliculorum dibandingkan dengan orang yang tidak
menderita rosacea.
Bahkan, para
ahli kulit menganggap bahwa tungau bulu mata ini menjadi penyebab munculnya rosacea.
Dengan kata lain, adanya kutu Demodex bisa memperburuk gejala rosacea.
Tak hanya
itu, kutu di bulu mata juga berpotensi menyerang orang yang memiliki masalah
kulit lain, seperti jerawat meradang, dermatitis, alopecia, dan infeksi kulit
lainnya.
Seperti
apa gejala yang muncul akibat kutu Demodex?
·
Kelopak mata membengkak jadi gejala kutu bulu mata
·
Kelopak mata memerah dan bengkak adalah gejala kutu di
bulu mata
·
Tungau bulu mata terkadang tidak menimbulkan gejala.
Akan tetapi, Anda tetap perlu mengenali gejala yang muncul, seperti:
·
Kelopak dan bulu mata gatal
·
Kelopak mata memerah dan membengkak
·
Sensasi rasa terbakar di area mata
·
Sensasi terdapat objek asing di area mata
·
Mata memerah
·
Mata berair
·
Penglihatan kabur
·
Sangat sensitif terhadap paparan cahaya
Pada kasus
yang parah, gejala yang muncul bisa menyebabkan blefaritis atau peradangan pada
kelopak mata, yang ditandai dengan adanya kerak pada bulu mata, mata terasa
lengket, dan sering mengedipkan mata.
Jika
dibiarkan terus-menerus tanpa dilakukan pengobatan, blefaritis bisa menyebabkan
keratitis atau peradangan kornea.
Maka dari
itu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk memeriksakan diri
apakah gejala yang Anda alami akibat kutu Demodex atau bukan.
Dokter akan
memeriksa kondisi bulu mata Anda di bawah mikroskop untuk mendiagnosisnya
secara pasti.
Penggunaan
cairan pewarna fluoresen (fluorescein) mungkin diperlukan untuk memberikan
hasil diagnosis yang lebih baik dalam membantu mengidentifikasi telur kutu
Demodex, larva, dan tungau kutu mata dewasa.
Adakah
cara mengatasi kutu bulu mata secara alami di rumah?
Ada beberapa
cara mengatasi kutu bulu mata secara alami di rumah, yakni:
1. Tea
tree oil
Salah satu
cara mengatasi kutu bulu mata secara alami adalah dengan mengoleskan tea tree
oil. Manfaat tea tree oil atau minyak pohon teh terbukti dapat mengobati kutu
di bulu mata.
Anda bisa
melarutkan tea tree oil murni dengan beberapa tetes air putih terlebih dahulu.
Jika tidak dilarutkan, kulit bisa mengalami iritasi, kemerahan, dan membengkak.
Kemudian,
oleskan larutan tea tree oil dengan lembut pada area kelopak mata. Ingat,
jangan sampai larutan tea tree oil menyentuh area dalam mata.
Anda juga
bisa menggunakan tea tree oil dengan cara meneteskannya pada sampo atau sabun
cair yang digunakan.
Penggunaan
sabun mandi, sabun cuci muka, atau produk perawatan rambut yang mengandung tea
tree oil juga dapat membantu mengatasi kutu di bulu mata.
2. Minyak
jarak
Minyak jarak
juga bisa digunakan untuk mengatasi kutu bulu mata secara alami. Manfaat minyak
jarak berasal dari efek antimikroba dan antiradang di dalamnya.
Minyak jarak
bisa membantu melawan infeksi kulit akibat tungau yang menyebabkan bulu mata
rontok.
Anda bisa
mengoleskan minyak jarak pada helaian bulu mata sebelum tidur di malam hari.
Pastikan
Anda sudah menghapus make up, termasuk riasan mata, menggunakan produk make up
remover, lalu dilanjutkan dengan tahapan mencuci muka.
Kemudian,
gunakan sedikit minyak jarak organik pada helaian bulu mata Anda menggunakan
spoolie bersih.
Sebisa
mungkin cairan minyak jarak tidak boleh menyentuh area dalam mata karena bisa
menimbulkan risiko iritasi.
Jika sudah,
diamkan selama semalaman untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lalu, bersihkan
minyak jarak menggunakan produk make up remover. Lakukan langkah ini selama
beberapa hari.
3. Sampo
bayi
Anda juga
bisa menggunakan sampo bayi pada rambut dan bulu mata.
Caranya,
campurkan sampo bayi dengan beberapa tetes air setiap 2 kali sehari, lalu
gunakan untuk membersihkan bulu mata.
4.
Gunakan kompres air hangat
Kompres air
hangat untuk mengatasi kutu bulu mata
Gunakan
kompres air hangat beberapa kali sehari
Gunakan
kompres air hangat untuk membantu menghilangkan kerak pada bulu mata sekaligus
meredakan pembengkakan yang mungkin terjadi.
Caranya,
rendam kain waslap atau handuk ke dalam air hangat.
Kemudian,
angkat kain atau handuk, peras airnya hingga terasa cukup lembap.
Setelah itu,
tepuk-tepuk kain atau handuk pada area mata selama beberapa menit.
Anda juga
disarankan untuk tidak menggosok area mata selama melakukan pengobatan kutu
Demodex.
Bagaimana
cara mengobati kutu di bulu mata dengan obat dokter?
Jika cara
alami tidak kunjung menyembuhkan kondisi kutu Demodex yang dialami, sebaiknya
segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dokter
biasanya akan memberikan berbagai obat resep, seperti:
·
Larutan benzil benzoat
·
Krim permethrin
·
Salep sulfur
·
Krim crotamiton
·
Pencuci muka selenium sulfida
·
Gel metronidazole
·
Krim asam salisilat
·
Krim ivermectin
Pada kasus
yang lebih parah, seperti penderita HIV, obat minum ivermectin mungkin
diresepkan oleh dokter untuk mengobati kutu di bulu mata.
Adakah
cara mencegah munculnya kutu bulu mata?
Setelah
melakukan berbagai pengobatan kutu bulu mata, Anda tetap perlu melakukan
tindakan pencegahan kutu di bulu mata agar tidak muncul lagi di kemudian hari.
Berikut
adalah cara mencegah munculnya kutu bulu mata yang bisa diterapkan.
·
Gunakan sampo dengan kandungan ringan untuk mencuci
rambut dan bulu mata setiap hari
·
Cuci muka menggunakan cairan pembersih wajah tiap 2 kali
sehari
·
Hindari menggunakan pembersih wajah, produk perawatan
kulit, dan produk make up mengandung minyak (oil-free).
·
Lakukan eksfoliasi wajah atau pengelupasan sel kulit
mati pada wajah secara berkala
·
Jangan menggunakan riasan mata dulu sampai kondisinya
membaik
·
Hindari menggunakan lensa kontak sampai pengobatan
selesai
·
Jangan berbagi penggunaan alat dan produk make up mata
dengan orang lain
·
Umumnya, masalah kutu di bulu mata bisa diobati dengan
langkah-langkah yang telah disebutkan di atas.
·
Segera konsultasikan dengan dokter bila gejala eksim
atau rosacea yang Anda alami jadi memburuk lantaran munculnya kutu mata.
·
Anda juga perlu menemui dokter apabila kutu mata
menyebabkan gangguan penglihatan dan mata kering.
Source :
Alodokter, Halodoc, SehatQ.

Posting Komentar
Posting Komentar