Tips Memilih Menu Sahur Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa.
Agar tetap
berenergi selama menjalani ibadah puasa sepanjag hari, Anda membutuhkan asupan
yang tepat. Oleh karena itu menu sahur yang benar bukan hanya seporsi nasi yang
penuh. Menu sahur sebaiknya menghindari karbohidrat rafinasi dan juga makanan
tinggi gula dan garam.
Jika seporsi
lengkap nasi uduk tampak menjanjikan untuk membuat Anda kenyang sepanjang hari
saat puasa Ramadan, nanti dulu. Memang tidak ada aturan baku apa menu sahur
yang paling baik untuk menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, hanya saja
idealnya menu sahur sarat nutrisi, kombinasi protein, sayur, buah, dan air.
Berpuasa
saat bulan Ramadan artinya menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam,
sejak matahari terbit hingga terbenam. Jika menu sahur sarat akan karbohidrat,
besar kemungkinan kadar gula darah melonjak dan menimbulkan rasa lemas dan
mudah lapar.
Beberapa hal
yang perlu diingat saat membuat menu sahur untuk Anda dan keluarga:
1.
Protein rendah lemak
Pastikan
makanan yang dikonsumsi saat sahur mengandung protein sehingga bisa dicerna
secara perlahan. Dengan demikian, rasa kenyang muncul lebih lama dan tidak
mudah merasa lapar. Tak kalah penting, protein membuat kadar gula darah stabil
selama berpuasa sekitar 12 jam.
Beberapa
pilihan protein yang bisa dikonsumsi di antaranya telur (lebih baik direbus
atau digoreng dengan minyak nabati), ikan, dan juga ayam.
2. Kurma
Sama seperti
yang dilakukan Rasulullah SAW, kurma adalah buah dengan berjuta manfaat yang
mencukupi kebutuhan nutrisi saat sahur. Kurma bisa dikonsumsi langsung atau
dicampur dengan oatmeal. Selain saat sahur, kurma juga bisa jadi pilihan buah
untuk berbuka puasa.
Tak hanya
dalam bentuk buah, mengonsumsi air nabeez juga bisa dilakukan saat sahur.
Caranya yaitu merendam 3-5 buah kurma dalam air sejak malam sebelum tidur, dan
mengonsumsi airnya saat sahur.
3. Lemak
sehat
Sah-sah saja
mengonsumsi lemak saat sahur, seperti alpukat, minyak zaitun, atau lemak dari
kacang-kacangan. Tambahkan juga biji-bijian kaya nutrisi seperti chia seeds
yang bisa diolah menjadi chia pudding dengan merendamnya dalam susu semalaman,
kemudian diletakkan di lemari pendingin.
4.
Buah-buahan
Buah-buahan
bisa menjadi menu sahur sekaligus menyiasati kebutuhan tubuh akan asupan
cairan. Pilih buah yang kaya air seperti semangka, melon, apel, atau pear.
Selain itu, pilih buah lain yang tinggi serat seperti pisang untuk membantu
merasa kenyang lebih lama. Buah-buahan juga menjadi pilihan menu sahur sehat
dan praktis.
5.
Granola
Mengonsumsi
granola sebagai menu sahur juga disarankan karena mengandung berbagai nutrisi
dan menahan rasa kenyang lebih lama. Granola juga mudah dipadukan, bisa dengan
susu, yogurt, dan tak lupa tambahan buah-buahan seperti berries.
6.
Oatmeal
Oatmeal
adalah menu sarapan yang cocok juga digeser menjadi menu sahur saat bulan
Ramadan tiba. Oatmeal bisa dikonsumsi manis atau gurih, tanpa mengurangi
kelezatannya. Tambahkan susu dan kacang-kacangan untuk menambah nutrisi saat
sahur.
7.
Sayuran
Jangan
lupakan sayuran dengan kandungan cairan tinggi sebagai pendamping menu sahur.
Pilih jenis sayuran seperti tomat, daun seledri, atau timun. Sebaiknya, sayuran
dikonsumsi tanpa perlu diolah terlalu banyak sehingga nutrisinya tetap terjaga.
Sama seperti buah, sayuran juga menjadi pilihan menu sahur sederhana dan
praktis.
Menu
sahur yang sebaiknya dihindari
Bukannya
dilarang, namun ada beberapa menu sahur yang sebaiknya dihindari karena justru
membuat sistem pencernaan bekerja keras dan rasa lapar datang lebih cepat.
Beberapa
menu sahur yang sebaiknya dihindari untuk sementara adalah:
·
Karbohidrat rafinasi seperti kue-kue, roti, pasta,
waffle
·
Teh dan kopi
·
Makanan yang digoreng
·
Makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi
·
Makanan dengan kandungan banyak pewarna, perasa, atau
pengawet

Posting Komentar
Posting Komentar