Tips Jitu Mencegah Sembelit Saat Puasa
Terkadang
beberapa gangguan datang saat puasa seperti sembelit alias konstipasi. Sembelit
saat puasa umum terjadi dan dapat dicegah dengan menjaga asupan cairan dan
mengonsumsi salah satu makanan yang sering muncul saat bulan puasa, yakni buah
kurma.
Rasa senang
dan syukur dapat dirasakan ketika puasa berjalan dengan mulus. Tetapi terkadang
beberapa gangguan datang menyergap tanpa diduga. Salah satunya adalah sembelit
saat puasa.
Sembelit
adalah salah satu gangguan yang umum terjadi ketika bulan puasa. Kondisi ini
dapat diakibatkan oleh perubahan pola makan dan kurangnya cairan tubuh. Nah,
apa saja yang bisa Anda lakukan sebagai cara cegah sembelit saat puasa? Simak
tipsnya di bawah ini!
5 Tips
mencegah sembelit saat puasa
Sembelit
mengintai ketika sedang puasa karena asupan serat ataupun cairan yang kurang.
Oleh karenanya, Anda bisa menerapkan sederet tips di bawah ini agar bab lancar
saat puasa:
1. Makan
kurma
Kurma tidak
hanya kaya nutrisi, tetapi juga tinggi serat. Buah ini dapat menjadi salah satu
cara mengatasi sembelit atau konstipasi dengan menambah asupan serat Anda.
Pasalnya, dalam 3,5 ons kurma, terdapat 7 gram serat.
Serat sangat
berperan untuk proses pencernaan, khususnya dalam pembentukan feses. Konsumsi
serat yang cukup dapat menghindarkan Anda dari sembelit saat puasa.
Efektivitas
kurma sebagai salah satu cara melancarkan bab saat puasa didukung oleh sebuah
penelitian. Riset ini mendapati bahwa konsumsi kurma dapat meningkatkan
pergerakan pencernaan dan frekuensi buang air besar.
2. Perhatikan
jenis makanan yang dikonsumsi
Memilih
jenis makanan sengan cermat dapat menghindarkan Anda dari sembelit saat puasa.
Anda bisa melakukannya dengan cara:
·
Mengonsumsi makanan berserat, contohnya nasi merah, buah
dan sayur, roti gandum, serta biji-bijian
·
Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air, misalnya
sup ayam, sayur berkuah, timun, melon, semangka, dan banyak lagi
·
Menjauhi makanan olahan maupun junk food, seperti sosis,
nugget, pizza, burger, dan sejenisnya
Jadi
ingatlah untuk mengombinasikan bahan-bahan pangan sehat tersebut dan
menghindari makanan olahan ketika menyiapkan menu berbuka maupun sahur.
Tak hanya
lancar bab saat puasa, konsumsi makanan dengan gizi seimbang juga bisa membantu
dalam menjaga supaya kulit tetap sehat. Anda pun bisa tampil prima saat
lebaran.
3. Tetap
rutin berolahraga
Olahraga
saat puasa memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mencegah sembelit.
Aktivitas fisik ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan oleh makanan untuk
bergerak menuju usus besar.
Pengurangan
durasi tersebut akan menurunkan penyerapan air dari tinja. Dengan ini,
kemungkinan tinja mengeras dan sulit untuk dikeluarkan juga akan berkurang.
Olahraga
juga dapat menstimulasi kontraksi otot pencernaan, sehingga BAB lebih lancar.
Anda dapat memilih untuk berolahraga sebelum ataupun sesudah berbuka puasa,
sesuai dengan kebutuhan dan jadwal Anda.
Namun
ingatlah bahwa durasi olahraga sebelum berbuka puasa sebaiknya tidak lebih dari
60 menit. Lakukan juga latihan fisik di tempat yang dilengkapi dengan pendingin
ruangan agar Anda tidak dehidrasi.
Untuk
mengganti cairan tubuh yang hilang saat olahraga, Anda perlu minum air
secukupnya ketika berbuka puasa.
Sementara
olahraga setelah berbuka puasa dapat dilakukan sesudah makanan dicerna oleh
tubuh, yaitu sekitar tiga jam sehabis berbuka.
Namun Anda
juga perlu ingat untuk menghindari jenis olahraga dengan intensitas berat.
Sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda yang sedang berpuasa.
4. Perhatikan
asupan cairan
Dehidrasi
dapat mengakibatkan banyak efek negatif terhadap tubuh, salah satunya adalah
sembelit. Air memiliki peran penting untuk pencernaan karena bisa melancarkan
pergerakan makanan dalam usus sekaligus melembutkan dan melenturkan usus.
Saat tubuh
tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, usus besar akan menyerap air dari
sisa-sisa makanan. Akibatnya, sisa makanan akan membentuk feses yang keras dan
berujung pada susah BAB alias sembelit.
Untuk
menghindari dehidrasi, Anda dapat minum 8-12 gelas air hangat sebelum sahur
maupun setelah berbuka. Dengan demikian, asupan cairan tubuh selama puasa akan
terjaga dan Anda terhindar dari sembelit saat puasa.
5. Jangan
makan berlebihan
Sehabis
menahan makan dan minum seharian, tak jarang orang langsung makan banyak saat
berbuka. Padahal, kebiasaan makan berlebihan bisa memicu banyak masalah
pencernaan, termasuk sakit perut, maag,hingga sembelit.
Jadi untuk
mencegah sembelit saat puasa, usahakan untuk tetap membatasi porsi makan Anda,
baik saat berbuka maupun saat sahur. Daripada menambah porsi makan, lebih baik
tambah jenis-jenis makanan yang berserat agar Anda bisa kenyang lebih lama.
Kesulitan
buang air besar yang bisa diklasifikasikan sebagai sembelit adalah ketika Anda
mengalami:
·
Frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam
seminggu
·
Tekstur tinja yang keras atau seperti kerikil
·
Harus mengejan di awal atau akhir proses BAB
·
BAB yang terasa tidak tuntas
·
Terasa ada yang mengganjal di anus
Source : Alodokter, Halodoc, SehatQ.

Posting Komentar
Posting Komentar